i am the dream and you are the dreamer

Pelangi Di Malam Hari

Apa saja yang membuatmu bahagia
Telah ku lakukan untukmu
Demi mengharapkan cintamu
Kini ku bagai menanti
Datangnya pelangi
Di malam hari yang sepi
Ku sadari yang telah ku lakukan
Membuat hatimu terpenjara
Dan tak kuasa ku membukanya
Walau seluruh dayaku ingin bersamamu
Kunci hatimu patah tak terganti

Cinta tak harus memiliki
Tak harus menyakiti
Cintaku tak harus mati
Oh cinta
Tak harus bersama
Tak harus menyentuhmu
Membiarkan dirimu dalam bahagia
Walau tak disampingku
Itu ketulusan cintaku

Lagu di atas mewakili perasaan seseorang yang sangat-sangat tulus sayang sama gue. Entah apa, mengapa, dan bagaimana, orang itu bisa setulus itu sayang gue. Padahal kalo boleh kita flashback, gue nggak sesempurna yang dia bayangkan, gue banyak menyakiti, gue egois.. sangat, yah pokoknya begitulah. Apa yang dia kasih buat gue terlalu banyak, berat dibanding apa yang udah gue kasih. Gue nggak ngerti kenapa bisa jadi seperti itu. Dulu, gue sering buat dia marah, sedih, kecewa, dan banyak lagi. Gue dengan seenaknya mengakhiri semua dengan alasan yang terlalu simple. Sampai tangis dia, nggak pernah gue lupa, sampai detik ini. Masih terbayang dengan jelas, bagaimana malam itu bisa terasa sangat miris. Menyakitkan. Kadang gue bingung apa yang harus gue lakuin, walau sebenernya mungkin dia don’t mind but I know how it feels, really hurt! I know that.. Dia sambil tersenyum (nggak tau deep inside his heart) menyemangati gue dikala gue down, menghibur dikala gue sedih, dan mungkin cuma bisa senyum dengan apa yang telah terjadi. Gue kadang merasa amat sangat bersalah, tapi apapun itu, gue nggak bisa memaksakan perasaan gue. Maaf gue nggak nepatin janji-janji gue, maaf gue nggak bisa jadi seperti apa yang diinginkan, maaf kalo impian-impian kita cuma sampai dibatas mimpi, maaf maaf dan maaf.

But life must go on. I hope you can moving on from our story. It’s enough for almost 2 years you still live and hope for nothing. Emang sih nothing impossible tapi ya gue nggak tau lagi yang pasti gue cuma berharap dia mendapatkan yang lebih baik. Bukan gue nggak seneng, tapi.. Apa iya dia seneng? I don’t think so. Tapi terimakasih atas semuanya. You’re the best I ever had. Terimakasih udah mendukung keputusan gue. Terimakasih udah mengajarkan gue banyak hal. Thanks for everything :)


To Tumblr, Love Metalab